Asian Games 2018 diadakan di Indonesia lebih tepatnya di Jakarta dan Palembang. Pembukaan Asian Games 2018 berlangsung lancer dan sempat menjadi viral di social media. Berhubung Asian Games 2018 ini, dilaksanakan di Jakarta dan SMP Labschool Jakarta sering dilewati saat berlangsungnya Asian Games, Labschool Jakarta pun diliburkan.
Karena sekolah diliburkan, murid diberi tugas untuk membuat laporan video Asian Games. Murid harus menonton salah satu pertandingan Asian Games, lalu melakukan wawancara dengan orang luar negeri. Selain tugas video, ada tugas sekolah yang diberi guru lewat elabschool.net link untuk mengerjakan tugas online dari guru selama liburan.
Tanggal 19 Agustus 2018 itu hari dimana aku dan teman – teman menonton salah satu pertandingan Asian Games 2018. Kita membeli tiket OTS (on the spot). Sangatlah ramai dan aku sempat dikira salah satu staff Asian Games karena aku menggunakan baju berwarna merah. Setelah mengantri sekitar 45 menit, kita dapat membeli tiket pertandingan basket india vs Taipei.
Di saat itu, kita menonton pertandingan bola basket putri india vs Taipei. Pertandingan berlangsung seru dan tertib. Disela – sela pertandingan, kita melakukan wawancara dengan dua orang luar negeri untuk tugas kita.

Wawancara berlangsung lancer. Orang pertama dia berasal dari Perancis, yang kedua berasal dari Jerman. Kita bertanya pendapat mereka tentang Indonesia. Selain wawancara, kita juga meliput berlangsungnya pertandingan saat itu.
Setelah menonton pertandingan bola basket putri, aku memutuskan untuk makan siang di GBK atau lebih tepatnya kuliner GBK. Tempat yang berisi deretan makanan, cocok untuk makan siang. Aku memutuskan untuk makan nasi padang yang rasanya sangatlah enak dan mantap.
Selesai meliput, wawancara dan makan aku langsung pulang karena hari itu aku sangat malas untuk berpergian. Sebelum pulang, aku memutuskan untuk mencari mushola untuk sholat, namun nihil aku tidak menemukannya jadi, aku sholat di salah satu masjid dekat rumah.
Senin, yang biasanya bangun pagi untuk sekolah, sekarang bangun pagi untuk mengerjakan e-learning. Malas? Ya pasti, libur tapi berasa sekolah. Tapi demi nilai rapot yang bagus, karena nilai e-learning masuk ke dalam rapot.
Mengerjakan e-learning dari jam 7.00 sampai jam 15.00 sangatlah melelahkan seperti sekolah. Libur Asian games ku adalah sekolah di rumah. Tugas yang paling ribet adalah soal essay, harus mencari dan berpikir untuk menjawab dengan kata – kata yang pas.
Setiap hari seperti itu, mengerjakan tugas e-learning, meskipun ada jadwal untuk istirahat di jam 9.00 dan 11.30 menurutku jam istirahat itu kurang. Untuk nilai rapot yang lebih baik dari kelas 7.
30 Agustus 2018, hari itu hari yang aku dan teman – teman pakai untuk mengedit tugas video Asian Games. Editing kita kerjakan bersama – sama di salah satu tempat di Rawamangun. Setelah editing selesai, kita pergi makan siang karena perut sudah meronta untuk diisi.
Editing dan tugas e-learning sekolah sudah selesai, tugas melelahkan itupun selesai juga. Sekarang adalah closing ceremony Asian Games 2018, rasanya berat menerima kenyataan bahwa Asian Games telah selesai. Kembali ke sekolah seperti biasa itu rasanya berat untuk diterima, tapi itulah kenyataannya.
Aku tidak menonton Closing Asian Games secara lansgung di GBK, aku hanya melihat langsung di salah satu channel TV Indonesia. Berminat menonton pun karena ada salah satu boyband group korea yang tampil di Closing. Itulah ceritaku saat Asian Games berlangsung.

libuarn asian games, semoga berkesan
BalasHapuskece kece
BalasHapusbagus
BalasHapusbaguss
BalasHapuskeren
BalasHapusyah udhkelar liburnyaa tapi asean games keren yaa
BalasHapuskece uhuyy
BalasHapus